Hai teman-teman. Apakah kalian tahu komodo? Komodo (Varanus Komodoensis) adalah salah satu reptil terbesar di dunia yang hanya di lindingi di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara, Indonesia. Kenapa sih komodo hanya ada di Indonesia saja? Karena, komodo mempunya sifat alami “homebodies” alias anak rumahan yang sesungguhnya. Sifat alami yang sederhana itu mendasari perilaku menetap komodo dan membuatnya cuma tersebar di Indonesia. Jadi, pada saat komodo yang dipindahkan ke pulau lain ternyata mengalami sedikit masalah. Ia tidak dapat kawin dengan salah satu penghuni di rumah barunya, atau kesulitan menemukan mangsa.
Apakah kalian tahu? Komodo ini adalah hewan langka yang memiliki populasi 2000-2900 ekor. Kenapa sebagai hewan langka? Karena, pada masa itu aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat, kebakaran (populasi komodo di Pulau Padar hampir punah karena kebakaran alami pernah terjadi di sana), berkurangnya mangsa, meningkatnya pariwisata, dan perburuan gelap, membuat komodo semakin rentan terhadap kepunahan.
Komodo sebagai satwa bangsa dengan ditetapkannya sebagai fauna identitas provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia, juga mendapat apresiasi di dunia internasional dengan lolosnya menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.
Panjang komodo berkisar antara 1,8 hingga 2,7 meter dengan berat sekitar 75 kg. Komodo dewasa berwarna coklat kusam, abu-abu gelap, atau kemerahan, sedangkan yang masih muda berwarna kehijauan dengan garis-garis kuning dan hitam.
Komodo mampu melihat hingga jarak 300 m di siang hari, tetapi sangat buruk di malam hari. Hewan langka ini memang memiliki lubang telinga, tetapi sebenarnya komodo tidak memiliki indera pendengaran. Sebagai gantinya, komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa, dan untuk navigasi. Lidahnya ini dapat mendeteksi adanya bangkai sejauh 4 hingga 9,5 km. Air liurnya mengandung bisa dan bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan.
Komodo adalah karnivora. Komodo muda memakan mangsa kecil seperti kadal, ular, dan mamalia kecil. Sedangkan komodo dewasa memangsa hewan yang lebih besar seperti rusa, kerbau, dan babi. Mereka juga pemakan bangka
Cara melestarikan hewan komodo :
1. Dengan cara melakukan reservasi dan pelestarian kondisi alam, lalu dilanjutkan dengan memperhatikan makanan komodo agar tidak terjadi penyusutan yang lebih lagi karenaseperti yang sudah dikatakan di awal kondis komodo kita saat ini 50% tidak cukup makan, karena sumber utama makanannya juga diburu oleh manusia.
2. Memberikan pengertian kepada masyarakat sekitar agar ikut menjaga dan melestarikan habitat komodo. Baik mencegahnya dari perbuatan orang-orang yang akan melakukan perburuan komodo dan perusakan habitat komodo.
3. Membuat Peraturan tentang larangan dan sanksi untuk pemburu komodo, memperjualbelikan komodo dan penghargaan bagi yang berhasil melakukan pelestarian komodo. Dan masih banyak cara melestarikan hewan langka tersebut.
Nah, teman-teman sebagai warga Indonesia kita harus bangga mempunyai hewan langka yang hanya di Indonesia saja apalagi menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature loh. Apakah kalian masih enggan melestarikan hewan tersebut? Yuk, semua mari kita jaga hewan langka kita dan buktikan ke dunia bahwa Indonesia bisa melestarikannya